
Kotabumi (02/05/2026)— Peran akademisi dalam mendukung pengembangan kreativitas pelajar kembali terlihat dalam ajang Festival Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Lampung Utara. Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Hagi Julio Salas, dipercaya menjadi bagian dari dewan juri pada cabang lomba desain poster.
FLS3N merupakan agenda tahunan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI). Pada tahun ini, kegiatan dipusatkan di SMA Negeri 3 Kotabumi sebagai tuan rumah, dengan partisipasi siswa-siswi SMA dari seluruh wilayah Lampung Utara.
Beragam cabang lomba digelar dalam kegiatan ini, mulai dari cipta dan baca puisi, komik digital, desain poster, film pendek, fotografi, seni kriya, seni tari, hingga solo song. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat dalam seluruh cabang lomba mencapai lebih dari 50 siswa.
Para peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Lampung Utara untuk melaju ke tingkat provinsi. Dari sana, peluang terbuka untuk melanjutkan ke tingkat nasional sebagai representasi daerah.
Dalam proses penjurian, unsur dewan juri diisi oleh berbagai latar belakang profesi, baik praktisi maupun akademisi. Hal ini memberikan sudut pandang yang beragam dalam menilai karya peserta, sehingga proses evaluasi dapat berlangsung lebih objektif dan menyeluruh.
Sebagai juri di bidang desain poster, Hagi Julio Salas menilai karya peserta tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga dari kekuatan pesan yang disampaikan. Menurutnya, desain merupakan bagian penting dari praktik komunikasi.
“Dalam perspektif ilmu komunikasi, desain poster adalah media penyampaian pesan. Artinya, kekuatan visual harus sejalan dengan kejelasan makna yang ingin disampaikan kepada audiens. Di sini siswa belajar bahwa desain bukan hanya soal menarik, tetapi juga bagaimana pesan itu dapat dipahami dan memberi dampak,” jelasnya.
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, baik dari peserta maupun panitia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif sekaligus komunikatif.
Melalui keterlibatan akademisi dalam FLS3N, diharapkan tercipta sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dalam membina generasi muda yang unggul. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan talenta kreatif yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.


